Keris Pusaka Ampuh
Tampilkan postingan dengan label Keris Sengkelat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keris Sengkelat. Tampilkan semua postingan

Keris Sengkelat Mataram

Keris sengkelat
Pamor wahyu tumurun
Tangguh Mataram
Warangka gayaman jogja kayu timoho
Pendok bunton
Mendak lawas
Handle kayu
Panjang 33,5 cm
Berat 2 kg


Mahar Rp.4.999.999,- 

Dhapur Keris Sengkelat

Dhapur Keris Sengkelat adalah salah satu nama keris luk 13 yang paling banyak dicari, para pecinta tosan aji sangat ingin memiliki keris dengan ricikan memakai ada-ada, sehingga permukaannya nggigir sapi. Sengkelat memakai kembang kacang; ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak; lambe gajah-nya hanya satu.

Selain itu ricikan lainnya adalah sogokan rangkap ukuran normal, sraweyan, ri pandan, greneng, dan kruwingan. Dhapur Sangkelat mirip dengan keris dhapur Parungsari. Bedanya, pada Sangkelat lambe gajah-nya hanya satu, sedangkan pada Parungsari dua buah.

Filosofi Keris Sengkelat

Sebuah bentuk keris yang sederhana namun menjadi primadona, karena sengkelat melambangkan kesederhanaan masyarakat kecil atau wong cilik namun memiliki kepandaian dan kemampuan yang tinggi.

Dalam beberapa kisah keris engkelat menjadi perlambang atau simbol masuknya Islam ke tanah jawa, tanpa meninggalkan budaya dan kearifan lokal.

Selain itu sengkelat dianggap mewakili masyarakat bawah yang marah dan kecewa terhadap keadaan dan penguasa, yaitu sengkel ati atau jengkel hatinya.


Dalam bahasa jawa luk 13 dikatakan telulas, yaitu las-lasing urip, akhir dari segala kehidupan adalah kembali menyatu dengan Sang khaliq, sehingga membawa ketenangan dan ketentraman hati.

Keris Sengkelat Mataram

Keris Sengkelat Mataram

Keris Sengkelat Mataram

Keris Sengkelat Mataram

Keris Sengkelat Mataram

Keris Sengkelat Mataram

Keris Sengkelat Kuno

Keris sengkelat
Pamor kulit semangka
Tangguh mataram
Warangka gayaman solo kayu cendana 
Pendok blewah
Mendak tembaga
Handle kayu lawas 
Panjang 34,5 cm


Mahar Rp.6.500.000,-

Keris Sengkelat Kuno

Keris Sengkelat Kuno

Keris Sengkelat Kuno

Keris Sengkelat Kuno

Keris Sengkelat Kuno

Keris Sengkelat Kuno

Keris Sengkelat Ampuh

Keris sengkelat
Pamor wos wutah
Tangguh mataram
Warangka ladrang solo kayu trembalo
Pendok blewah
Mendak kuningan
Handle kayu
Panjang 34 cm 
Berar 2 kg


Harga Rp.4.850.000,-


Keris Sengkelat Ampuh

Keris Sengkelat Ampuh

Keris Sengkelat Ampuh

Keris Sengkelat Ampuh


Keris Sengkelat Ampuh


Keris Sengkelat Kuno PB Sepuh

Keris sengkelat kuno PB sepuh
Pamor kulit semangka full ( atas sampai bawah tidak putus )
Tangguh perkiraan PB II 
Warangka ladrang solo kayu trembalo lawas nginden
Pendok blewah
Handle kayu kemuning bang lawas
Selut tembaga mata yakut
Panjang 36 cm


Mahar Rp.6.500.000,-


Makna Filosofi Keris Dhapur Sengkelat Luk 13
Keris Sengkelat adalah salah satu dhapur Keris luk 13 yang sangat terkenal dan melegenda. Keris sengkelat memiliki ukuran panjang bilah sedang dan memakai odo-odo sehingga permukaan bilahnya nggigir sapi.

Sedangakan ciri-ciri Keris dhapur Sengkelat antara lain:
• Memakai kembang kacang, ada yang dilengkapi jenggot dan ada yang tidak.
• Satu lambe gajah.
• Sogokan rangkap dengan ukuran normal.
• Sraweyan.
• Ri pandan.
• Greneng.
• Kruwingan.

Keris dhapur Sangkelat sangat mirip dengan Keris dhapur Parungsari. Perbedaannya, Keris Parungsari memiliki ricikan yang lebih lengkap.

Jika pada Keris Sangkelat hanya terdapat satu lambe gajah, pada Keris Parungsari terdapat dua lambe gajah, dan pada Keris Parungsari selalu dilengkapi jenggot.

Keris dhapur Sangkelat mudah sekali dijumpai karena banyak diduplikasi. Saking terkenalnya Keris tersebut, maka banyak orang yang ingin sekali memiliki Keris Sengkelat. Dan karena banyaknya minat terhadap Keris Sengkelat maka banyak dibuat tiruannya.

Hingga saat ini Keris Sengkelat masih tetap lestari dan menjadi pusaka piandel para pejabat dan politikus karena dipercaya memiliki tuah kewibawaan yang sangat besar.

Bahkan keraton-keraton di Jawa juga memiliki Keris dhapur sengkelat sebagai pusaka Keraton. Misalnya saja Keris pusaka KK Ageng Sengkelat milik Keraton Kasunanan Surakarta, dan ada beberapa pusaka milik keraton Kasultanan Yogyakarta yang juga berdhapur Sangkelat, di antaranya: KK Laken Manik, KK Nogo Puspito, dan KK Tejokusumo.


Luk 13 pada Keris Sengkelat memiliki makna dalam khasanah tradisi Jawa sebagai las-lasaning urip (akhir kehidupan). Yaitu bersatunya kembali Manusia dengan Sang pencipta (Allah).

Makna lainnya bahwa luk 13 adalah tri welas, yaitu welas ing sesami, welas ing sato iwen, lan welas ing tetuwuhan. Semua itu diarahkan kepada keselarasan antara Manusia, alam dan lingkungannya, serta Allah sebagai inti dari Kehidupan.

Angka 13 dalam tradisi Jawa juga dianggap sebagai angka keramat. Berbeda dengan anggapan-anggapan dari budaya Negara lain yang menganggap bahwa angka 13 adalah angka pembawa sial.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, angka 13 dipercaya sebagai penolak bala, angka tiga belas merupakan angka 1 dan angka 3 yang merupakan angka ganjil yang syarat dengan makna.

Angka 1 merupakan angka pertama, dan memiliki makna permulaan, tunggal dan Esa yang mencerimkan Ketuhanan. Sedangkan angka 3 merupakan angka ganjil yang mencerminkan keseimbangan.

Angka 3 memiliki makna bahwa Manusia pada dasarnya memiliki sifat tiga perkara hidup. Misalnya:

• Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah bisa kembali, yakni waktu, ucapan, dan kesempatan. Maka hendaknya ketiga hal tersebut senantiasa dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak ada sesal dikemudian hari.

• Ada 3 hal yang tidak pernah kita ketahui, yaitu rejeki, umur, dan jodoh.

• Ada 3 hal dalam hidup yang sudah pasti akan terjadi, yaitu tua, lemah, dan mati. Maka persiapkanlah dengan sebaik-baiknya karena jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara, yaitu:

amal jariyah
ilmu yang bermanfaat, dan
anak yang sholeh/sholeha.
Keris Sengkelat Luk 13 Pamor Kulit Semangka Sepuh

Sejarah Keris Sengkelat Luk 13
Keris Sengkelat adalah Keris pusaka luk 13 yang diciptakan pada jaman Majapahit, yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertabumi (Brawijaya-V) oleh seorang Mpu kerajaan yang sangat terkenal, yaitu Pangeran Sedayu/Mpu Supo Mandrangi.

Mpu Supo Mandrangi adalah salah satu murid dari Sunan Ampel. Konon bahan utama untuk membuat Keris Sengkelat adalah cis, yaitu sebuah besi runcing untuk menggiring onta. Konon, besi cis tersebut didapat Sunan Ampel ketika sedang bermunajat.

Ketika ditanya besi itu berasal dari mana, maka dijawablah bahwa besi itu milik Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dan kemudian besi cis tersebut diberikan kepada Mpu Supo untuk dibuat menjadi sebilah pedang Arab.

Tapi Mpu Supo merasa sayang jika besi sebagus itu hanya dijadikan pedang yang tidak memiliki nilai artistik. Maka akhirnya besi cis tersebut dibuat menjadi sebilah Keris pusaka luk tiga belas yang sangat indah.

Kemudian oleh Sunan Ampel disarankan agar Keris tersebut diserahkan kepada Prabu Brawijaya-V. Dan ketika Prabu Brawijaya-V menerima Keris tersebut, sang Prabu menjadi sangat kagum akan keindahan keris tersebut dan akhirnya memberikan nama Sengkelat pada Keris pusaka tersebut karena Mpu Supo membawa Keris tersebut kepada Sang Prabu dengan cara disengkelat dipinggang.


Akhirnya Keris Sengkelat tersebut menjadi salah satu piandel/pusaka kerajaan dan diberi gelar Kanjeng Kyai Ageng Puworo, dan memiliki tempat khusus dalam gudang pusaka keraton Majapahit.

Keris Sengkelat Kuno PB Sepuh

Keris Sengkelat Kuno PB Sepuh

Keris Sengkelat Kuno PB Sepuh

Keris Sengkelat Kuno PB Sepuh

Keris Sengkelat Kuno PB Sepuh

Keris Pusaka Sengkelat HB 1 Langka

Keris sengkelat HB 1 Langka
Pamor wulan wulan ( langka )
Tangguh perkiraan HB 1 
Warangka gayaman solo kayu timoho
Pendok bunton kemalo
Mendak selut antik 
Handle kayu cendana jawa
Panjang 36,5 cm

Mahar Rp.11.000.000,-


Keris Pusaka Sengkelat HB 1 Langka

Keris Pusaka Sengkelat HB 1 Langka

Keris Pusaka Sengkelat HB 1 Langka

Keris Pusaka Sengkelat HB 1 Langka

Keris Pusaka Sengkelat HB 1 Langka

Keris Pusaka Sengkelat Wos Wutah Ampuh

Keris sengkelat
Pamor wos wutah
Tangguh mataram sultan agung
Warangka capu kayu trembalo iras
Mendak lawas
Handle kayu kuno
Pendok blewah lawas
Panjang bilah 35 cm

Mahar Rp.5.000.000,-

Filosofi : Keris Sengkelat memiliki makna dalam khasanah tradii Jawa sebagai las-lasaning urip (akhir kehidupan) yaitu bersatunya kembali manusia dengan Sang pencipta.
Makna lainya bahwa luk 13 adalah tri welas, yaitu welas ing sesami, aawelas ing sato iwen, lan welas ing tetuwuha. Semua itu diarahkan kepada keselarasan antara Manusia, alam dan lingkunganya, serta Tuhan sebagai inti dari Kehidupan.

Filosofi : Pamor Wos Wutah ,atau juga disebut pamor tiban,tidak pemilih. Harafiah berarti "beras tumpah'' oleh kebanyakan penggemar keris dianggap tuah yang dapat membuat pemiliknya mudah mencari rejeki, berkelimpahan dan juga menghindarkan pemilik dari bahaya.

Filosofi : Pamor Tirto Tumetes, bermakna air yang selalu menetes, tuahnya untuk kelancaran rejeki, rejeki akan selaqlu datang entah darimana asalnya sesulit apapun rejeki akan selalu mengalir walau setetes.  
Keris Pusaka Sengkelat Wos Wutah Ampuh

Keris Pusaka Sengkelat Wos Wutah Ampuh

Keris Pusaka Sengkelat Wos Wutah Ampuh

Keris Pusaka Sengkelat Wos Wutah Ampuh

Keris Pusaka Sengkelat Wos Wutah Ampuh

Keris Pusaka Sengkelat Wos Wutah Ampuh

Keris Pusaka Sengkelat Wos Wutah Ampuh

Keris Pusaka Sengkelat Wos Wutah Ampuh